Senin, 18 Maret 2013

Basic Router CLI ( Command Line Interface ) Show Command


Assalamu’alaikum . .  ketemu lagi dengan ane yang dah lama fakum karena liburan semester, hari ini ane mau ngasih info tentang jaringan komputer dengan  materi “Router” nich, karna tuntutan tugas kuliah yang harus posting di blog, jadi ane harus buka blog ane lagi dech.
di tugas pertma ini bapak dosen ngasi tugas tentang perintah – perintah dasar pada Router, seperti yang tertulis di judulnya “Basic Router CLI ( Command Line Interface ) Show Command”, langsung aja dah . . . ini perintah – perintahnya :

No
Perintah Penuh
Perintah Singkat
Maksud Perintah
1
show running-config
sh ru
Menampilkan konfigurasi yang sedang berjalan di RAM. Termasuk host name, passwords, interface IP addresses, routing protocol yang aktif, DHCP dan konfigurasi NAT. Dapat dijalankan di EXEC mode.
2
show startup-config
sh st
Menampilkan konfigurasi yang sedang berjalan di NVRAM. Termasuk host name, passwords, interface IP addresses, routing protocol yang aktif, DHCP dan konfigurasi NAT.
3
show version
sh ver
Menampilkan informasi tentang versi software yang sekarang sedang jalan lengkap dengan informasi hardware dan devicenya.
4
show ip protocols
sh ip pro
Menampilkan status interface IP baik secara global maupun khusus dari protokol yang terkonfigurasi pada saat ini (konfigurasi IP awal).
5
show ip route
sh ip ro
Menampilkan Konfigurasi IP yang dilakukan baik secara global maupun secara khusus dari router. Baik berupa configurasi IP pada FastEthernet0/0 maupun pada IP Serial2/0
6
show interfaces
sh int
Untuk menampilkan statistic semua interface router mulai dari FastEthernet dan Serial. Untuk menampilkan statistic interface tertentu, menggunakan perintah show interfaces diikuti dengan nomor port/slot interface,
7
show ip interface brief
sh ip int br
Menampilkan Konfigurasi pada interface yang terhubung pada router. Baik konfigurasi yang sedang berjalan maupun yang konfigurasi yang tidak berjalan (belum terkonfigurasi). Pada perintah ini kita dibawa untuk mengetahui : Interface, IP-Address, Method, Status, Protocol
8
show protocols
sh prot
Menampilkan status interface baik secara global maupun khusus dari protokol layer 3 yang terkonfigurasi.
9
show cdp neightbors
sh cdp ne
Untuk mengetahui Capability Codes, yang meliputi : R (Router), T (Trans Bridge), B (Source Route Bridge), S (Switch), H (Host), I (IGMP), r (Repeater), P (Phone). Selain itu juga digunakan untuk mengetahui
Device ID diantaranya : Local Intrfce, Holdtme, Capability, Platform, Port ID
10
show sessions
sh ses
Untuk mengetahui koneksi yang sedang berjalan (koneksi yang di buka)
11
show ssh
sh ss
Untuk melakukan koneksi dengan server SSHv2 dan SSHv1
12
ping
pi
Untuk melakukan / melihat koneksi antar jaringan yang sedang berhubungan. Perintah ping harus diikuti address or hostname. Contoh ; ping 192.168.0.2
13
traceroute
tra
Untuk mengirimkan secara serempak sebuah urutan paket dengan menambahkan nilai TTL (Time to Live). Ketika sebuah router lanjutan menerima sebuah paket terusan, maka akan mengurangi nilai TTL sebelum meneruskan nya ke router berikutnya. Perintah trace diikuti oleh address or hostname

 

Kamis, 27 September 2012

Penggunaan program whois


Penggunakan program whois pada ipaddress.com untuk mengetahui ip address anda.

Buka ipaddress.com (http://ipaddress.com/)
langsung akan terlihat IP Address anda.

IDNIC

IDNIC

IDNIC (Indonesia Network Information Center) adalah pihak yang memiliki otoritas untuk memberikan domain name ID sebagai CCTLD (Country Code Top Level Domain). Wewenang IDNIC ini berasal dari pihak InterNIC sebagai pengelola top level domain.  Pendelegasian DTT-ID tercatat di dalam basis data InterNIC dengan NIC-Handle ID1-DOM. Jadi, pendelegasian ini tidak berdasarkan SK dan tidak berasal dari ITU (International Telecommunication Union). Bukan merupakan hasil munas organisasi mana pun, serta bukan warisan dari nenek moyang. Dengan sendirinya, tidak dibutuhkan restu dari pihak tertentu untuk mengelola DTT-ID. Regulasi yang akan/ingin diterapkan terhadap proses pendaftaran domain perlu ditelaah dengan sangat seksama. Pasalnya sebelum 1994, nyaris tidak ada yang tahu-menahu mengenai hal-ihwal internet. Agak sulit jika menerapkan secara langsung ketentuan seperti Undang-undang No. 3 Tahun 1989 yang telah diperbaharui dengan UU N0 36/1999 tentang Telekomunikasi, serta peraturan pelaksananya. Terlebih, aspek pendaftaran domain tidak terkait langsung dengan menyelenggarakan kegiatan komunikasi.

IANA dan regionnya dan pengelompokan IP Address 4 space


IANA

IANA (Internet Assigned Numbers Authority) adalah sebuah organisasi yang didanai oleh pemerintah Amerika Serikat yang mengurusi masalah penetapan parameter protokol internet. seperti ruang alamat IP, dan Domain Name System (DNS).
IANA juga memiliki otoritas untuk menunjuk organisasi lainnya untuk memberikan blok alamat IP spesifik kepada pelanggan dan untuk meregistrasikan nama domain. IANA juga bertindak sebagai otoritas tertinggi untuk mengatur root DNS yang mengatur basis data pusat informasi DNS, selain tentunya menetapkan alamat IP untuk sistem-sistem otonom di dalam jaringan Internet.IANA beroperasi di bawah naungan Internet Society (ISOC). IANA juga dianggap sebagai bagian dari Internet Architecture Board (IAB).

IANA memberikan tanggungjawab dalam mengatur pengaturan ruang alamat IP dan DNS kepada tiga badan lainnya yang bersifat regional, yakni sebagai berikut:
  • American Registry for Internet Numbers (ARIN), yang bertanggungjawab dalam menangani wilayah Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Afrika bagian Selatan (sub-Sahara).
  • Réeseaux IP Européens (RIPE), yang bertanggungjawab dalam menangani wilayah Eropa dan Afrika bagian utara (Sahara).
  • Asia Pacific Network Information Center (APNIC), yang bertanggungjawab dalam menangani kawasan Asia dan Australia.


IANA akan digantikan oleh sebuah badan nonprofit internasional yang disebut sebagai Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), karena meningkatnya penggunaan Internet.

Agar mudah dalam administrative penggunaan dan alokasi IP Address, IANA membagi dalam  beberapa region yaitu ; .
  • AfriNIC (African Network Information Centre) - Africa Region
  • APNIC (Asia Pacific Network Information Centre) - Asia/Pacific Region
  • ARIN (American Registry for Internet Numbers) - North America Region
  • LACNIC (Regional Latin-American and Caribbean IP Address Registry)  Amerika Latin dan beberapa negara di pulau Caribbean / Caribia
  • RIPE NCC (Réseaux IP Européens) - Europe, the Middle East, dan Asia Tengah


Pengelompokan IP Address 4 space 
Pengelompokan IP Address 4 space adalah pengelompokan jaringan yang digunakan dalam jaringan TCP/IP yang berjumlah 32 bit, dan memiliki keterbatasan yakni hamya mampu mengelompokan atau mengalamatkan 4 miliar host di seluruh dunia.
Cara pengelompokannya menggunakan tanda (.) dan setiap baris terdiri dari 8 bit, maka semuanya menjadi 32 bit.
Contoh penulisan IIIIIIII.IIIIIIII.IIIIIIII.IIIIIIII.IIIIIIII (32 bit).
Pengelompokan ini hanya memiliki 5 jenis kelas (A,B,C,D,E) namun yang biasa digunakan hanya 3 jenis kelas (A,B,C). maka dari itu emakin bertambahnya tahun, pengelompokan IP Address 4 space akan berganti menjadi IP Address 6 space.

Perbedaan Antara IP Public dengan IP Private



Perbedaan IP Public dan IP Private


Apa itu IP Publik?
Sebuah alamat IP publik yang ditugaskan untuk setiap komputer yang terhubung pada internet dimana setiap IP adalah unik. Maka akan tidak bisa ada dua komputer dengan alamat IP publik yang sama dalam seluruh Internet. Skema pengalamatan memungkinkan komputer untuk “menemukan satu sama lain” dan melakukan pertukaraninformasi. Pengguna tidak memiliki kontrol atas alamat IP (publik) yang diberikan ke komputer. Alamat IP publik ditugaskan untuk komputer oleh Internet Service Provider secara langsung setelah komputer terhubung ke gateway Internet.
Sebuah alamat IP publik dapat berupa statis atau dinamis. Sebuah alamat IP public static tidak dapat berubah dan digunakan terutama untuk hosting halaman Web atau layanan di Internet. Di sisi lain sebuah alamat IP publik yang dinamis dipilih dari sebuah pool yang tersedia pada alamat dan perubahan masing-masing terjadi satu kali untuk menghubungkan ke Internet. Sebagian besar pengguna internet hanya akan memiliki IP dinamis yang bertugas untuk setiap komputer. Ketika terjadi disconnetted atau jaringan terputus/padam  apabila menghubungkannya kembali maka otomatis akan mendapat IP baru.

          Contoh IP Public : akses Speedy modem yang merupakan IP Public 125.126.0.1

Apa itu ip private?
Sebuah alamat IP dianggap pribadi jika nomor IP termasuk dalam salah satu rentang alamat IP untuk jaringan pribadi seperti Local Area Network (LAN). Internet Assigned Numbers Authority (IANA) telah mereserved tiga blok berikut ruang alamat IP untuk jaringan pribadi (jaringan lokal):
172.16.0.0 – 172.31.255.255 (Total Addresses: 1,048,576)
192.168.0.0 – 192.168.255.255 (Total Addresses: 65,536)
Anda dapat mengetahui IP pribadi Anda dengan mengetikkan perintah ipconfig di command prompt. Jumlah yang Anda lihat terhadap “IPv4 Address:” adalah IP pribadi Anda yang dalam banyak kasus akan 192.168.1.1 atau 192.168.1.2. Berbeda dengan IP publik, swasta alamat IP yang selalu statis dan alami.

10.0.0.0 – 10.255.255.255 (Total Addresses: 16,777,216)
Alamat IP  Private/Pribadi yang digunakan untuk penomoran komputer dalam jaringan pribadi termasuk rumah, sekolah dan LAN bisnis di bandara dan hotel yang memungkinkan komputer dalam jaringan untuk berkomunikasi satu sama lain. Katakanlah misalnya, jika jaringan X terdiri dari 10 komputer masing-masing dapat diberikan IP mulai dari 192.168.1.1 ke 192.168.1.10. Berbeda dengan IP publik, administrator jaringan pribadi bebas untuk menetapkan alamat IP dari pilihannya sendiri (disediakan nomor IP  pada kisaran alamat IP pribadi seperti yang disebutkan di atas).
Perangkat dengan alamat IP private tidak dapat terhubung langsung ke Internet. Demikian juga, komputer di luar jaringan lokal tidak dapat terhubung langsung ke perangkat dengan IP pribadi. Hal ini dimungkinkan untuk menghubungkan dua jaringan pribadi dengan bantuan router atau perangkat serupa yang mendukung Network Address Translation.

          Contoh IP private : akses di LAN modem menggunakan IP Private 192.168.1.1


Jika jaringan pribadi yang terhubung ke Internet (melalui koneksi Internet melalui ISP) maka setiap komputer akan memiliki IP swasta maupun IP publik. Private IP dipakai untuk komunikasi dalam jaringan dimana IP publik digunakan untuk komunikasi melalui Internet. Kebanyakan pengguna internet dengan koneksi DSL / ADSL akan memiliki Ip seperti IP publik.
Tidak seperti apa yang kebanyakan orang anggap, IP pribadi bukan suatu yang mustahil untuk melacak (seperti nomor telepon swasta) atau yang dicadangkan untuk penggunaan stealth Internet. Pada kenyataannya tidak ada alamat IP publik yang tidak mungkin untuk dilacak karena protokol itu sendiri dirancang untuk area transparansi.

Sabtu, 30 Juni 2012

Trouble Shooting Jaringan

Trouble Shooting Jaringan

Tanpa kemampuan untuk memonitor jaringan, administrator hanya dapat bereaksi terhadap masalah pada waktu mereka muncul, bukannya lebih dulu mencegah masalah supaya tidak terjadi.
Menjalankan dan memelihara fungsi suatu jaringan bisa menjadi mimpi buruk jika Anda tidak mengetahui mana yang bekerja dengan baik dan mana yang tidak. Terutama jika jaringan tersebar lebih dari ratusan kilometer persegi, di mana beberapa perangkat hampir tidak mungkin diakses, misalnya stasiun cuaca dan webcam.

Monitoring Koneksi
Salah satu bentuk paling mendasar dari monitoring koneksi berlangsung tiap hari pada jaringan. Proses user login ke jaringan akan memastikan bahwa koneksi itu sedan bekerja dengan baik atau jika tidak bagian jaringan akan segera dihubungi. Namun, ini bukanlah cara yang paling baik atau efisien dalam memonitoring jaringan yang ada. Tersedia program-program sederhana yang bisa digunakan oleh administrator untuk membuat daftar alamat IP host dan secara periodik mem-ping alamat tersebut. Jika ada masalah koneksi, program akan memperingati administrator melalui output ping. Ini merupakan cara yang paling kuno dan tidak efisien, tetapi masih lebih baik dibanding tidak melakukan apa-apa sama sekali. Aspek lain dari cara monitoring seperti ini adalah ia hanya memberitahu bahwa di suatu tempat antara stasiun monitoring dan perangkat target ada gangguan komunikasi. Gangguan bisa jadi router, switch, bagian jaringan yang tidak baik, atau memang host-nya yang sedang down. Tes ping hanya mengatakan bahwa
koneksi down, tidak di mana itu down.
Memeriksa semua host pada WAN dengan menggunakan monitoring semacam ini membutuhkan banyak resources. Jika jaringan mempunyai 3000 host, mem-ping semua perangkat jaringan dan host memakan resource sistem yang sangat besar. Cara lebih baik adalah hanya mem-ping beberapa host, server, router, dan switch yang penting untuk memastikan konektivitas mereka. Tes ping tidak akan memberikan data yang sebenarnya kecuali jika workstation selalu dalam keadaan menyala. Sekali lagi, cara monitoring seperti ini sebaiknya digunakan jika tidak ada lagi cara lain yang tersedia.

Monitoring Traffic

Monitoring traffic merupakan cara monitoring jaringan yang jauh lebih canggih. Ia melihat traffic paket yang sebenarnya dan membuat laporan berdasarkan traffic jaringan tersebut. Program seperti Flukes Network Analyzer merupakan contoh software jenis ini. Program tersebut tidak hanya mendeteksi perangkat yang gagal, tetapi juga mendeteksi jika ada komponen yang muatannya berlebihan atau konfigurasinya kurang baik.
Kelemahan program jenis ini adalah mereka biasanya hanya melihat satu segmen pada satu waktu dan jika memerlukan data dari segmen lain, program harus dipindahkan ke segmen tersebut. Ini bisa diatasi dengan menggunakan agent pada segmen jaringan remote. Perangkat seperti switch dan router bisa membuat dan mengirimkan statistik traffic. Jadi, bagaimana data dikumpulkan dan diatur pada satu lokasi sentral supaya bisa digunakan oleh administrator jaringan? Jawabannya adalah: Simple Network Monitoring Protocol.

Simple Network Management Protocol

Simple Network Management Protocol (SNMP) adalah standar manajemen jaringan pada TCP/IP. Gagasan di balik SNMP adalah bagaimana supaya informasi yang dibutuhkan untuk manajemen jaringan bisa dikirim menggunakan TCP/IP. Protokol tersebut memungkinkan administrator jaringan untuk menggunakan perangkat jaringan khusus yang berhubungan dengan perangkat jaringan yang lain untuk mengumpulkan informasi dari mereka, dan mengatur bagaimana mereka beroperasi.
Ada dua jenis perangkat SNMP. Pertama adalah Managed Nodes yang merupakan node biasa pada jaringan yang telah dilengkapi dengan software supaya mereka dapat diatur menggunakan SNMP. Mereka biasanya adalah perangkat TCP/IP biasa; mereka juga kadang-kadang disebut managed devices. Kedua adalah Network Management Station (NMS) yang merupakan perangkat jaringan khusus yang menjalankan software tertentu supaya dapat mengatur managed nodes. Pada jaringan harus ada satu atau lebih NMS karena mereka adalah perangkat yang sebenarnya “menjalankan” SNMP.
Managed nodes bisa berupa perangkat jaringan apa saja yang dapat berkomunikasi menggunakan TCP/IP, sepanjang diprogram dengan software SNMP. SNMP didesain supaya host biasa dapat diatur, demikian juga dengan perangkat pintar seperti router, bridge, hubs, dan switch. Perangkat yang “tidak konvensional” juga bisa diatur sepanjang
mereka terhubung ke jaringan TCP/IP: printer, scanner, dan lain-lain.
Masing-masing perangkat dalam manajemen jaringan yang menggunakan SNMP menjalankan suatu software yang umumnya disebut SNMP entity. SNMP entity bertanggung jawab untuk mengimplementasikan semua beragam fungsi SNMP. Masing-masing entity terdiri dari dua komponen utama. Komponen SNMP entity pada suatu perangkat bergantung kepada apakah perangkat tersebut managed nodes atau network management station.
SNMP entity pada managed nodes terdiri atas SNMP Agent: yang merupakan program yang mengimplementasikan protokol SNMP dan memungkinkan managed nodes memberikan informasi kepada NMS dan menerima perintah darinya, dan SNMP Management Information Base (MIB): yang menentukan jenis informasi yang disimpan tentang node yang dapat dikumpulkan dan digunakan untuk mengontrol managed nodes. Informasi yang dikirim menggunakan SNMP merupakan objek dari MIB.
Pada jaringan yang lebih besar, NMS bisa saja terpisah dan merupakan komputer TCP/IP bertenaga besar yang didedikasikan untuk manajemen jaringan. Namun, adalah software yang sebenarnya membuat suatu perangkat menjadi NMS, sehingga suatu NMS bisa bukan hardware terpisah. Ia bisa berfungsi sebagai NMS dan juga melakukan fungsi lain. SNMP entity pada NMS terdiri dari SNMP Manager: yang merupakan program yang mengimplementasikan SNMP sehingga NMS dapat mengumpulkan informasi dari managed nodes dan mengirim perintah kepada mereka, dan SNMP Application: yang merupakan satu atau lebih aplikasi yang memungkinkan administrator jaringan untuk menggunakan SNMP dalam mengatur jaringan.
Dengan demikian, secara keseluruhan SNMP terdiri dari sejumlah NMS yang berhubungan dengan perangkat TCP/IP biasa yang disebut managed nodes. SNMP manager pada NMS dan SNMP agent pada managed nodes mengimplementasikan SNMP dan memungkinkan informasi manajemen jaringan dikirim. SNMP application berjalan pada NMS dan menyediakan interface untuk administrator, dan memungkinkan informasi dikumpulkan dari MIB pada masing-masing SNMP agent.

Remote Monitoring (RMON)

Model umum yang digunakan SNMP adalah adanya network management station (NMS) yang mengirim request kepada SNMP agent. SNMP Agent juga bisa melakukan komunikasi dengan mengirim pesan trap untuk memberitahu management station ketika terjadi suatu event tertentu. Model ini bekerja dengan baik, yang mana inilah mengapa SNMP menjadi sangat populer. Namun, satu masalah mendasar dari protokol dan model yang digunakan adalah bahwa ia diorientasikan pada komunikasi dari SNMP agent yang biasanya perangkat TCP/IP seperti host dan router. Jumlah informasi yang dikumpulkan oleh perangkat ini biasanya terbatas, karena sudah pasti host dan router mempunyai “tugas sebenarnya yang harus dilakukan”—yaitu melakukan tugas sebagai host dan router. Mereka tidak bisa mendedikasikan diri mereka untuk melakukan tugas manajemen jaringan.
Oleh karena itu, pada situasi di mana dibutuhkan informasi jaringan yang lebih banyak dibanding yang dikumpulkan oleh perangkat biasa, administrator sering kali menggunakan hardware khusus bernama network analyzer, monitor, atau probe. Mereka hanya mengumpulkan statistik dan memantau event yang diinginkan oleh administrator. Jelas akan sangat berguna jika perangkat tersebut dapat menggunakan SNMP supaya informasi yang mereka kumpulkan bisa diterima, dan membiarkan mereka mengeluarkan pesan trap ketika ada sesuatu yang penting.
Untuk melakukan itu, dibuatlah Remote Network Monitoring (RMON). RMON sering kali disebut sebagai protokol, dan Anda kadang-kadang akan melihat SNMP dan RMON disebut sebagai “protokol manajemen jaringan TCP/IP”. Namun, RMON sama sekali bukan protocol yang terpisah—ia tidak melakukan operasional protokol. RMON sebenarnya adalah bagian dari SNMP, dan RMON hanya suatu modul management information base (MIB) yang menentukan objek MIB yang digunakan oleh probe. Secara arsitektur, RMON hanyalah salah satu modul MIB yang menjadi bagian dari SNMP.

Metode Troubleshooting

Troubleshooting jaringan merupakan proses sistematis yang diaplikasikan untuk memecahkan masalah pada jaringan. Teknik Eliminasi dan Divide and Conquer merupakan metode paling berhasil untuk troubleshooting jaringan.

Eliminasi
User pada jaringan Anda menelepon help desk untuk memberitahukan bahwa komputer mereka tidak bisa lagi ke Internet. Help desk mengisi form error report dan memberikannya kepada Anda, bagian network support. Anda menelepon dan berbicara kepada user dan mereka mengatakan bahwa mereka tidak melakukan apapun yang berbeda selain yang selalu mereka lakukan untuk ke Internet. Anda mengecek log dan menemukan bahwa komputer user telah di-upgrade semalam. Solusi Anda yang pertama adalah bahwa driver jaringan komputer tersebut pasti konfigurasinya salah. Anda pergi ke komputer tersebut dan mengecek konfigurasi jaringannya. Tampaknya sudah benar, sehingga Anda mem-ping server. Tidak terhubung. Solusi berikutnya adalah mengecek apakah kabel komputer tersambung. Anda periksa kedua ujung kabel dan kemudian mencoba mem-ping server kembali.
Selanjutnya Anda ping 127.0.0.1, alamat loopback komputer. Ping berhasil, sehingga ini mengeliminasi kemungkinan adanya masalah antara komputer, konfigurasi driver, dan kartu NIC. Anda kemudian memutuskan bahwa mungkin ada masalah dengan server untuk segmen jaringan tersebut. Ada komputer lain yang terhubung ke jaringan di meja sebelahnya, maka Anda mem-ping alamat server dan hasilnya sukses. Ini mengeliminasi server, backbone, dan koneksi server ke backbone sebagai masalah.
Anda kemudian pergi ke IDF (intermediate distribution facilities) dan memindahkan port workstation, kembali ke workstation dan mencoba mem-ping server lagi. Namun, solusi tidak bekerja. Ini memperluas pencarian Anda sampai pemasangan kabel atau patch kabel
workstation. Anda kembali ke IDF, mengembalikan kabel ke port asal, mencari patch kabel worksation baru dan kembali ke worksation. Ganti kabel workstation, dan mencoba mem-ping server lagi. Kali ini berhasil, maka Anda sudah memperbaiki masalah itu. Langkah terakhir adalah mendokumentasikan solusi masalah.

Divide and Conquer

Misalkan Anda mempunyai dua jaringan yang bekerja dengan baik, tetapi ketika keduanya dihubungkan jaringan gagal. Langkah pertama adalah membagi jaringan kembali menjadi dua jarigan terpisah dan memverifikasi bahwa keduanya masih beroperasi dengan benar ketika dipisahkan. Jika ya, pindahkan semua segmen ke jaringan yang lain. Periksa apakah masih bekerja dengan benar.
Jika jaringan masih berfungsi, masukkan masing-masing segmen sampai seluruh jaringan gagal. Hilangkan koneksi terakhir yang ditambahkan dan lihat apakah seluruh jaringan kembali beroperasi normal. Jika ya, lepaskan semua perangkat dari segmen tersebut dan masukkan mereka satu per satu, kemudian periksa lagi kapan jaringan gagal. Pada waktu Anda menemukan perangkat yang mencurigakan, lepaskan dan periksa apakah jaringan kembali normal. Jika jaringan masih berfungsi normal, berarti Anda telah menemukan perangkat yang menjadi penyebab masalah.
Sekarang Anda bisa menganalisis perangkat tersebut untuk mengetahui mengapa ia bisa menyebabkan seluruh jaringan crash. Jika tidak ada apapun yang salah, mungkin saja perangkat tersebut terhubung dengan perangkat yang bermasalah pada jaringan sebelah. Untuk mencari ujung lain permasalahan, Anda harus mengulangi proses yang dilakukan sebelumnya.
Prosesnya adalah sebagai berikut: pertama sambungkan lagi perangkat yang menyebabkan jaringan gagal. Kemudian lepaskan semua segmen pada jaringan yang satunya. Periksa apakah jaringan kembali beroperasi. Jika jaringan berfungsi lagi, masukkan kembali segmen sampai seluruh jaringan gagal. Lepaskan segmen terakhir yang dimasukkan sebelum kegagalan dan lihat apakah seluruh jaringan kembali beroperasi normal. Jika ya, lepaskan semua perangkat dari segmen tersebut dan masukkan mereka satu per satu, periksa lagi untuk melihat kapan jaringan gagal. Ketika Anda menemukan perangkat yang mencurigakan, lepas dan periksa apakah jaringan kembali normal.
Jika jaringan masih berfungsi secara normal, itu berarti Anda telah menemukan perangkat penyebab masalah. Sekarang Anda bisa menganalisis perangkat tersebut untuk mengetahui mengapa ia bisa menyebabkan seluruh jaringan crash. Jika tidak ada apapun yang salah, bandingkan kedua host cari tahu penyebab mereka konflik. Dengan memecahkan konflik ini, Anda akan bisa menghubungkan kembali kedua perangkat ke dalam jaringan dan akan berfungsi secara normal.

Tool Software

Bersama dengan proses yang diuraikan sebelumnya, ada tool software bagi administrator jaringan yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah konektivitas jaringan. Tool ini dapat membantu dalam troubleshooting Local Area Network, tetapi terutama pada Wide Area Network. Kita akan lihat perintah yang tersedia pada sebagian besar software client. Perintah ini meliputi Ping, Tracert (traceroute), Telnet, Netstat, ARP, dan Ipconfig (WinIPcfg)

Ping
Memverifikasi koneksi ke komputer lain dengan mengirim pesan Internet Control Message Protocol (ICMP) Echo Request. Tanda terima berupa pesan Echo Reply akan ditampilkan, bersama dengan waktu pulang-pergi. Ping merupakan perintah utama TCP/IP yang digunakan untuk men-troubleshoot konektivitas, jangkauan, dan resolusi nama. Syntax ping adalah: ping [-t] [-a] [-n Count] [-l Size] [-f] [-i TTL] [-v TOS] [-r Count] [-s Count] [{-j HostList | -k HostList}] [-wTimeout] [TargetName].

Tracert (Traceroute)
Menunjukkan rute yang dilewati paket untuk mencapai tujuannya. Ini dilakukan dengan mengirim pesan Internet Control Message Protocol (ICMP) Echo Request ke tujuan dengan nilai Time to Live yang semakin meningkat. Rute yang ditampilkan adalah daftar interface router (yang paling dekat dengan host) yang terdapat pada jalur antara host dan
tujuan. Syntax tracert adalah: tracert [-d] [-h MaximumHops] [-j HostList] [-wTimeout] [TargetName].

Telnet
Telnet Client dan Telnet Server bekerja sama supaya user dapat berkomunikasi dengan komputer remote. Telnet Client memungkinkan user untuk menghubungi komputer remote dan berinteraksi dengan komputer tersebut melalui jendela terminal. Telnet Server memungkinkan user Telnet Client untuk masuk ke dalam komputer yang menjalankan Telnet Server dan menjalankan aplikasi pada komputer tersebut. Telnet Server berfungsi sebagai gateway yang digunakan Telnet client untuk berkomunikasi. Telnet cocok untuk testing login ke remote host. Syntax telnet adalah: telnet [\\RemoteServer].

Netstat
Menampilkan koneksi TCP yang aktif, port yang didengarkan komputer, statistik Ethernet, tabel routing IP, statistik IPv4 (protokol IP, ICMP, TCP, dan UDP), dan statistik IPv6 (protokol IPv6, ICMPv6, TCP over IPv6, dan UDP over IPv6). Syntax netstat adalah: netstat [-a] [-e] [-n] [-o] [-p Protocol] [-r] [-s] [Interval].

ARP
Menampilkan dan mengubah entri pada cache Address Resolution Protocol (ARP), yang berisi satu atau beberapa tabel yang digunakan untuk menyimpan alamat IP dan alamat fisik Ethernet dan Token Ring dari alamat IP yang bersangkutan. Masing-masing kartu jaringan Ethernet atau Token Ring yang terinstalasi pada komputer Anda mempunyai tabel terpisah. Syntax arp adalah: arp [-a [InetAddr] [-NIfaceAddr]] [-g [InetAddr] [-N
IfaceAddr]] [-d InetAddr [IfaceAddr]] [-s InetAddr EtherAddr [IfaceAddr]].

Ipconfig(Winipcfg)
Menampilkan semua konfigurasi jaringan TCP/IP dan memperbarui setting Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) dan Domain Name System (DNS). Digunakan tanpa parameter, ipconfig menampilkan alamat IP, subnet mask, dan gateway default untuk semua kartu jaringan. Ipconfig merupakan commandline yang ekivalen dengan winipcfg yang terdapat pada Windows MilleniumEdition, Windows 98, dan Windows 95. Meskipun Windows XP tidak menyertakan utiliti grafis yang ekivalen dengan winipcfg, Anda bisa menggunakan Network Connections untuk melihat dan memperbarui alamat IP. Syntax ipconfig adalah: ipconfig [/all] [/renew[Adapter]] [/release [Adapter]] [/flushdns] [/displaydns] [/registerdns] [/showclassid Adapter] [/setclassid Adapter [ClassID]].

TOOL SNMP
Banyak tool manajemen jaringan yang menggunakan SNMP untuk mengumpulkan informasi dan statistik jaringan. Beberapa di antaranya adalah:
· SNMP Graph—Mengumpulkan data dan membuat grafik secara real-time.
· SNMP Sweep—Melakukan pencarian SNMP dalam waktu singkat pada setiap segmen jaringan.
· IP Network Browser—Melakukan pencarian yang komprehensif terhadap berbagai data jaringan.
· SNMP Brute Force Attack—Menyerang suatu alamat IP dengan query SNMP untuk mencoba dan mengetahui community string read-only dan read-write.
· SNMP Dictionary Attack—Menggunakan kamus para hacker untuk menyerang perangkat jaringan.
· Network Sonar—Melakukan pencarian jaringan dan menyimpan hasilnya dalam
database.
TIP

Troubleshooting Jaringan

1. Identifikasi masalah jaringan/user.
2. Kumpulkan data tentang masalah jaringan/user.
3. Analisis data untuk mencari solusi masalah.
4. Impementasi solusi untuk memperbaiki sistem.
5. Jika masalah tidak terselesaikan, batalkan perubahan dan modifikasi data yang dilakukan sebelumnya.
6. Kembali ke langkah 3

keamanan jaringan komputer

Amankah Jaringan Komputer dan Internet Anda?



(Sebuah Kisah yang Tanpa Akhir)

Dalam beberapa tahun belakangan, perkembangan dan penggunaan teknologi Internet pesat sekali. Semakin banyak saja kalangan bisnis, organisasi, perkantoran, pendidikan, militer, hingga individu menggunakan jasa teknologi informasi ini yang lebih sering dikenal dengan "the Information Superhighway".

Sejalan dengan laju pertumbuhan penggunaan Internet yang sangat cepat, maka semakin banyak pula aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan oleh pengguna, seperti pada aplikasi di dunia perdagangan bebas secara elektronik (electronic commerce). Namun, hal ini bukannya tanpa gangguan kejahatan sehingga aspek pengamanan jaringan komputer (computer network security) menjadi sangat populer dan penting serta merupakan suatu keharusan atau kebutuhan mutlak di masa depan.
<> 

Demikian pula dalam perang Irak-AS, tampak penggunaan Internet yang sangat luas, mulai dari laporan peliputan TV, radio, komunikasi antarprajurit, antarsatuan tempur, hingga cyber warfare di segala bidang. Inilah cyberwar pertama di dunia di mana disinformasi merupakan salah satu peruntuh moril prajurit Irak.

Berdasarkan hasil riset dan survei serta berbagai laporan tentang kejahatan komputer yang terjadi dewasa ini, diketahui bahwa saat ini tidak ada satu pun jaringan komputer yang dapat diasumsikan 100 persen persen aman dari serangan virus komputer, spam, e-mail bomb, atau diterobos langsung oleh para hackers. Seorang hacker berpengalaman dengan mudah melakukan hacking atau memasuki jaringan komputer yang menjadi targetnya. Tidak terhambat kenyataan jaringan tersebut sudah mempunyai sistem pengaman.

Ditambah lagi banyak sekali web site dalam Internet yang menawarkan informasi tentang bagaimana menembus jaringan komputer (penetrated) dan mengelabui sistem pengamanannya (security compromised). Informasi "jahanam" tersebut tersedia dalam bentuk kumpulan program, dokumentasi atau utiliti. Makin tergantungnya masyarakat modern Indonesia kepada Internet mengusik penulis untuk mencoba memberikan gambaran secara umum mengenai aspek pengamanan jaringan komputer serta menumbuhkan security awareness bagi pemakai Internet.

Sudah banyak seminar, simposium, serta diskusi-diskusi dengan topik utama mengenai pengamanan jaringan komputer. Banyak sekali pertanyaan yang sering bermunculan seperti: Apakah jaringan komputer itu cukup aman? Apakah aman bila berbelanja lewat Internet tanpa khawatir seseorang mencuri informasi tentang kartu kredit kita? Apakah mungkin seseorang mengetahui password orang lain dan menggunakannya tanpa ketahuan?

Dapatkah seseorang mencuri atau memanipulasi file-file orang lain? Dapatkah kita mempunyai sebuah jalur komunikasi yang aman di Internet? Apa yang perlu dipelajari tentang firewall systems, enkripsi, dekripsi, otentifikasi? dan sebagainya. Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut sangatlah tergantung dari tingkatan permasalahannya sendiri, yang sangat tergantung kepada setiap kasus yang terjadi.

Mengapa pengamanan jaringan komputer diperlukan? Uraian berikut ini mungkin bisa menjawab pertanyaan tersebut secara sederhana dan masuk akal. Sebab, pada dasarnya kita semua menginginkan privasi, keamanan, dan perasaan aman dalam hidup, termasuk dalam penggunaan jaringan Internet.
<> 

Kita mengharapkan hasil pekerjaan kita aman dan jauh kemungkinan dicuri, di-copy, atau dihapus. Kita juga menginginkan keamanan pada waktu saling kirim e-mail (electronic mail) tanpa khawatir ada pihak tidak bertanggung jawab (malicious users) yang dapat membaca, mengubah atau menghapus isi berita e-mail tersebut. Dan terakhir, kita juga menginginkan keamanan saat melakukan transaksi pembelian lewat Internet tanpa rasa takut seseorang dapat mencuri informasi dalam kartu kredit kita sehingga merugikan di kemudian hari.

Pengamanan jaringan komputer dahulu dan sekarang. Pada periode tahun 70-an, jaringan komputer biasanya hanya terdapat di perusahaan-perusahaan besar. Jaringan komputer tersebut saling menghubungkan setiap departemen dan setiap cabang ke sebuah pusat pengendalian (central control point). Pada masa itu pengertian network security juga sudah ada, namun fokus utamanya hanya untuk kebutuhan para user di dalam network itu sendiri (intranet) guna meminimalkan tingkat risiko pengamanan (security risk).

Pengetahuan serta informasi tentang bagaimana membobol sebuah jaringan komputer hanya diketahui oleh segelintir orang berprofesi khusus, seperti network consultant, network administrator, dan sebagainya.

Sampai kemudian sebuah teknologi fenomenal bernama Internet muncul di tahun 1974, diprakarsai Bob Taylor, Direktur sebuah Badan Riset Komputer Departemen Pertahanan Amerika (Department of Defence/DoD), dalam sebuah proyek yang dinamakan Advance Research Project Agency (ARPA).

Pada awalnya, proyek tersebut disiapkan untuk membangun jaringan komunikasi data antarpangkalan-pangkalan militer, beberapa universitas, dan perusahaan yang tergabung dalam kontrak kerja dengan DoD. Saat ini, tiga dasawarsa kemudian, jutaan pengguna di seluruh dunia sudah memanfaatkan teknologi tersebut.

Namun, selain membawa dampak yang sangat positif, Internet juga mempunyai dampak negatif, seperti pengetahuan tentang membobol atau meng- crack satu jaringan komputer sudah menjadi cukup maju.
Materinya dapat diambil di Internet lalu dipelajari bahkan langsung dipraktikkan, kebanyakan oleh para remaja dalam rangka "mencoba" ilmu yang telah didapatnya. Contohnya, hanya dengan mengetikkan kata "hacking" pada sebagian besar mesin pencari (search engine) seperti Yahoo, Google, Alta Vista, Web Crawler, dan sebagainya, setiap orang dapat dengan mudah mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang hacking activities.

Juga topik atau masalah yang dahulu diklasifikasikan rahasia atau sangat rahasia (top secret) seperti cara merakit bom atau bahan peledak, atau merakit senjata api dan sebagainya sekarang bisa didapatkan di Internet hanya dengan meng-click mouse di layar komputer.

Terbukti dalam berbagai kasus terorisme seperti kasus pengeboman Legian, selalu ada pihak-pihak yang memanfaatkan hal tersebut demi kepentingan atau tujuan negatifnya. Saat ini banyak terdapat site- site tersembunyi (hidden site atau underground site) yang tidak terdaftar pada search engine mana pun yang menawarkan beragam informasi dan utiliti program tentang network security yang dapat di-downloaded secara gratis, kegunaannya untuk merusak atau mengacaukan sebuah sistem jaringan komputer.

Namun, seperti layaknya pertempuran abadi antara kejahatan dan kebaikan, maka di sisi lain pengetahuan untuk mengamankan sebuah jaringan komputer juga berkembang dengan pesat. Banyak situs Internet yang juga menyediakan informasi dan utiliti program untuk mengamankan jaringan komputer, salah satu contohnya adalah Firewall.

Hal ini membuktikan bahwa saat ini "Internet & Computer Network Securities" menjadi pusat perhatian bagi para pengguna Internet baik ditinjau dari sisi kejahatan maupun sisi kebaikannya.

Pengamanan lewat cara pengaburan (security through obscurity). Sistem pengamanan dengan cara pengaburan atau membuat ketidakjelasan (obscurity) menggunakan prinsip bahwa suatu jaringan komputer hanya dapat diamankan sepanjang tidak ada pihak dari luar yang diperbolehkan mengetahui segala sesuatu tentang mekanisme internal dari jaringan tersebut. Sebuah filosofi yang sangat digemari oleh banyak komunitas, seperti di militer, pemerintahan, dan industri.
<> 

Dengan menyembunyikan informasi tentang sistem jaringan tersebut diasumsikan atau dianggap bahwa semuanya sudah aman, namun sebenarnya tidaklah demikian. Dewasa ini para pengguna komputer telah terdidik dengan baik dan tahu dengan baik pula cara menanggulangi suatu permasalahan komputer.

Dengan mempelajari bagaimana sebuah sistem dan jaringan komputer bekerja, ditambah lagi dengan adanya pertukaran informasi di antara sesama pengguna Internet, di samping adanya keterbukaan dan standardisasi desain sistem komputer semakin membuat cara pengamanan tersebut menjadi tidak efektif lagi.

Mengevaluasi aspek pengamanan jaringan komputer. Secara teknis sangat sulit untuk mengevaluasi sebuah jaringan komputer secara spesifik. Itu semua tergantung dari banyak hal, antara lain banyaknya jumlah user atau client dalam jaringan komputer dengan berbagai access points yang ada, kemudian model jaringannya serta jenis dan versi Operating Systems-nya ditambah dengan keahlian dan kemahiran serta pengetahuan dari system Administrator atau Network Administrator-nya sendiri.

Namun, secara mudah dan sederhana ada sebuah cara untuk mengevaluasi aspek keamanan jaringan komputer, yaitu dengan memanfaatkan seluruh program-program atau utiliti-utiliti mengenai hacking (hacking tools) yang terdapat di Internet. Kemudian dicobakan pada jaringan komputer tersebut sehingga akan dapat dilihat seberapa parah dampak negatif yang ditimbulkan.

Beberapa program atau utility tersebut antara lain IP Scanner, IP Sniffer, Network Analyzer, Email Bombs, Spamming, TCP Wrapper, Password Cracking, dan sebagainya. Dengan cara ini segera dapat dilihat kemampuan pengamanan dan keamanan jaringan komputer tersebut yang sering disebut dengan "Security Holes" atau "Back Doors". Kemudian segera bisa diambil langkah preventif untuk memproteksi jaringan komputer tersebut.

Tentang hacking dan cracking, secara umum yang dapat dikategorikan kegiatan hacking adalah setiap usaha atau kegiatan di luar izin atau sepengetahuan pemilik jaringan untuk memasuki sebuah jaringan serta mencoba mencuri file seperti file password dan sebagainya.

Atau usaha untuk memanipulasi data, mencuri file-file penting, atau mempermalukan orang lain dengan memalsukan user identity-nya. Pelakunya disebut hacker yang terdiri dari seorang atau sekumpulan orang yang secara berkelanjutan berusaha untuk menembus sistem pengaman kerja dari operating system suatu komputer.

Para hacker yang sudah berpengalaman dapat dengan segera mengetahui kelemahan sistem pengamanan (security holes) dalam sebuah sistem jaringan komputer. Selain itu kebiasaan hacker adalah terus mencari pengetahuan baru atau target baru dan mereka akan saling menginformasikan satu sama lainnya. Namun, pada dasarnya para hacker sejati bermaksud untuk merusak data di dalam jaringan tersebut. Mereka hanya mencoba kemampuan untuk menaklukkan suatu sistem keamanan komputer demi kepuasan tersendiri.

Sementara seorang atau sekumpulan orang yang memang secara sengaja berniat untuk merusak dan menghancurkan integritas di seluruh jaringan sistem komputer disebut cracker dan tindakannya dinamakan cracking. Pada umumnya para cracker setelah berhasil masuk ke dalam jaringan komputer akan langsung melakukan kegiatan perusakan dan penghancuran data-data penting hingga menyebabkan kekacauan bagi para user dalam menggunakan komputernya.

Kegiatan craker ini mudah dikenali dan dapat segera diketahui dari dampak hasil kegiatan yang mereka lakukan.

Beberapa metode atau cara kerja yang sering digunakan hacker dan cracker antara lain SPOOFING, yaitu sebuah bentuk kegiatan pemalsuan di mana seorang hacker memalsukan (to masquerade) identitas seorang user hingga dia berhasil secara ilegal logon atau login ke dalam satu jaringan komputer seolah-olah seperti user yang asli.

SCANNER adalah sebuah program yang secara otomatis akan mendeteksi kelemahan (security weaknesses) sebuah komputer di jaringan lokal (local host) ataupun komputer di jaringan dengan lokasi lain (remote host).

Oleh karena itu, dengan menggunakan program ini, seorang hacker yang secara fisik berada di Inggris dapat dengan mudah menemukan security weaknesses pada sebuah server di Amerika ataupun di belahan dunia lainnya, termasuk di Indonesia, tanpa harus meninggalkan ruangannya!
SNIFFER adalah kata lain dari "network analyser" yang berfungsi sebagai alat untuk memonitor jaringan komputer.

Alat ini dapat dioperasikan hampir pada seluruh tipe protokol seperti Ethernet, TCP/IP, IPX, dan lainnya. PASSWORD CRACKER adalah sebuah program yang dapat membuka enkripsi sebuah password atau sebaliknya malah untuk mematikan sistem pengamanan password. DESTRUCTIVE DEVICES adalah sekumpulan program virus yang dibuat khusus untuk melakukan penghancuran data-data, di antaranya Trojan Horse, Worms, Email Bombs, dan Nukes

Memproteksi jaringan komputer.




Ada beberapa langkah yang dapat digunakan untuk memproteksi atau meningkatkan kemampuan proteksi sistem jaringan komputer, antara lain dengan merumuskan dan membuat sebuah kebijakan tentang sistem pengamanan yang andal (higher security policy) dan menjelaskan kepada para pengguna tentang hak dan kewajiban mereka dalam menggunakan sistem jaringan.

Kemudian melakukan konsultasi dengan para ahli pengamanan sistem komputer untuk mendapatkan masukan yang profesional tentang bagaimana meningkatkan kemampuan sistem pengamanan jaringan yang dimiliki. Melakukan instalasi versi terbaru dari software atau utility yang dapat membantu memecahkan permasalahan pengamanan jaringan komputer.

Mempekerjakan seorang administrator jaringan yang telah berpengalaman untuk menangani jaringan tersebut. Menggunakan mekanisme sistem authentikasi terbaru dalam jaringan (advanced authentication mechanism). Selalu menggunakan teknik enkripsi dalam setiap melakukan transfer data atau komunikasi data. Dan tidak kalah pentingnya menginstalasi sebuah sistem Firewall pada jaringan komputer untuk melindungi Proxy Server.

Peralatan untuk memproteksi jaringan komputer. Network administator atau system administrator tentu memerlukan berbagai peralatan (tools) untuk membantu mengamankan jaringan komputernya. Beberapa tools bahkan memang dibuat spesial dalam rangka melakukan testing sistem jaringan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dari sebuah sistem jaringan komputer.

Di antaranya, SATAN (Security Administrator’s Tool for Analysing Network) kemudian ada TCP WRAPPER untuk memonitor jaringan komputer lalu CRACK untuk melakukan testing password security. FIREWALL, adalah sebuah sistem proteksi untuk melaksanakan pengawasan lalu lintas paket data yang menuju atau meninggalkan sebuah jaringan komputer sehingga paket data yang telah diperiksa dapat diterima atau ditolak atau bahkan dimodifikasi terlebih dahulu sebelum memasuki atau meninggalkan jaringan tersebut.

Walaupun peralatan untuk melakukan hacking tersedia dalam jumlah yang banyak, tidak semua peralatan tersebut dapat dipergunakan secara efektif, bahkan beberapa peralatan tersebut sudah out of date saat ini sehingga bukan merupakan ancaman lagi. Namun begitu peralatan lainnya masih sangat ampuh sebagai senjata para hacker.

Dengan demikian, seorang network consultant juga dibutuhkan pendapat profesionalnya serta bantuannya untuk meningkatkan kemampuan total seluruh sistem jaringan komputer.
Tidak kalah penting adalah melaksanakan back up data secara reguler (harian, mingguan, atau bulanan) untuk mengantisipasi bila terjadi kerusakan atau kehilangan seluruh data penting yang disebabkan serangan hacker sehingga dengan mudah dan cepat dapat dilakukan recovery seluruh sistem jaringan komputer tersebut.

Kemudian para system administrator juga harus rajin menginformasikan kepada para pengguna (user) mengenai hak dan kewajibannya dalam menggunakan jaringan. Para user perlu diajari cara benar menggunakan jaringan komputer secara aman seperti bagaimana cara membuat password yang baik dan sebagainya.

Pada akhirnya "keamanan" adalah sesuatu yang tidak pernah ada atau tidak akan pernah ada dalam dunia jaringan Internet. Sebab, apa yang kita anggap aman (secure) pada saat sekarang akan terbukti menjadi tidak aman (insecure) pada masa yang akan datang. Jadi pada prinsipnya Internet security hanyalah sebuah kisah yang tidak akan pernah berakhir (It is just another never-ending story).